Sharing for learn...

Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 November 2014

Bumi dan Langit

Selasa, November 04, 2014 Posted by ./rex , No comments
Allah SWT berfirman
"Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan ..."
(QS. An-Naml : 88)

mengandung isyarat yang jelas bahwa gunung-gunung berjalan dengan begitu cepat seperti awan, tetapi manusia melihatnya tetap di tempatnya.

inilah ilmu yang menetapkan bahwa bumi beserta segala sesuatu yang ada di atasnya, baik makhluk hidup maupun benda mati, berputar dengan kecepatan yang sama.

karena itu, kita menyangka bahwa gunung-gunung diam tidak bergerak, padahal sebenarnya dia berputar bersama dengan bumi.

para ilmuwan telah mencontohkan fenomena ini, yaitu jika ada dua kereta api berjalan dalam waktu, kecepatan dan arah yang sama, jika penumpang dalam salah satu kereta itu melihat kereta lain yang sejajar dengannya, dia akan menyangkanya diam tidak bergerak.

demikian juga gerakan gunung-gunung bersama dengan bumi, Maha Suci Allah yang telah berfirman

"Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan ..."
(QS. An-Naml : 88)

karena itu matahari, bulan dan bumi berjalan dalam orbitnya masing-masing atau falak khusus seperti istilah yang dipakai dalam Al-Qur'an

sisi kemukjizatan di dalam ayat tersebut adalah isyarat tentang perputaran bumi dengan firman-Nya

"... Padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan ..."

inilah yang ditemukan oleh ilmu dan pengetahuan manusia dalam abad ke 17

Al-Qur'an telah menetapkan gerakan perputaran bumi.

penjelasan Al-Qur'an dalam hal itu sangat jelas, ini berasal dari Dzat yang maha bijaksana lagi maha mengetahui tanpa diragukan lagi oleh orang-orang yang berilmu, dengan gaya bahasa yang mengandung kemukjizatan sebagaimana gaya bahasa keseluruhan Al-Qur'an, Allah Berfirman,

"Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang menciptakan degnan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti apa yang kamu kerjakan."
(QS. An-Naml : 88)

ayat ini mengukuhkan bahwa semua benda yang mengikuti hukum gravitasi bumi, seperti gunung, laut, dan udara yang menyelimuti bumi, beredar bersama-sama dengan bumi (rotasi) dalam waktu satu hari dan beredar mengelilingi matahari (revolusi) dalam waktu satu tahun.

sebagai akibat dari rotasi, separuh wajah bui dalam kondisi gelap, sedangkan separuh yang lain dalam kondisi terang, keadaan ini terus bergantian antar permukaan bumi.

meskipun demikian, perputaran ini tidak dapat diketahui oleh panca indera, seperti gerakan awan di udara.

sungguh wajah bumi akan tampak gelap dan terang.

kalo begitu, kenapa kita tidak menundukkan kepala karena keagungan Al-Qur'an yang lebih dahulu membawa informasi ini sebagai bentuk pengakuan atas mukjizat-Nya???

Penanggalan Siang

ilmu modern telah mengungkap bahwa malam meliputi bumi di semua tempatnya, di bagian bumi yang tengah berada dalam keadaan siang, udara yang meliputi bumi tampak terang serupa penutup tipis seperti kulit, jika berputas, bumi menanggalkan keadaan siang yang tipis yang terbentuk oleh pantulan-pantulan sinar matahari pada lapisan atmosfir bumi dengan perputaran ini, terjadi siang dan malam, Allah SWT berfirman ;

"Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagimereka adalah malam, kami tanggalkan siang dari (malan) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam kegelapan)"
(QS. Yasin : 37)

Gravitasi

Allah SWT berfirman,

"Bukankah kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul (kifatan), bagi yang masih hidup dan yang sudah mati ?"
(QS. Al-Mursalat : 25 - 26)

kata kifatan dalam ayat tersebut diambil dari kata kafata yakfitu kiftan, yang berarti menarik, menggenggam dan mengumpulkan, diantara sifat bumi adalah menarik, mengumpulkan dan menggenggam.

ayat ini mengisyaratkan tentang gravitasi dengan jelas, setiap sesuatu yagn berada di atas permukaan bumi akan tertarik ke arah bumi.

berat suatu benda itu pada hakekatnya adalah gaya gravitasi bumi terhadap benda tersebut.

berat suatu benda adalah ukuran berat yang ada di bumi.

suatu benda dengan berat 100 kg diatas bumi akan menjadi 1/6 nya hika berada di bulan.

manusia yang beratnya 60 kg diatas bumi, menjadi 10 kg jika berada di bulan, berat suatu enda yang berada di atas permikaan bulan adalah gaya gravitasi bulan terhadap benda tersebut. Allah berfirman,

"Bukankah kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul (kifatan), bagi yang masih hidup dan yang sudah mati ?"
(QS. Al-Mursalat :25 - 26)

bagaimana kehidupan ini jika tida ada gaya gravitasi?
bagaimana air tetap berada diatas permukaan bumi jika bumi tidak menariknya?
bagaimana udara tetap bersama dengan bumi jika bumi tidak menariknya?
jika bumi tidak menariknya, udara akan tetap diam sedangkan bumi bergerak, bergeraknya bumi dan diamnya udara akan memunculkan arus angin yang kecepatannya > 1600 km/jam

kecepatan ini cukup untuk menghancurkan segala sesuatu yang ada di atas permukaan bumi.

apakah yang menjadikan udara tetap bersama bumi? ini adalah gaya gravitasi

apakah yang menjadikan laut tetap melekat dengan bumi karena gaya gravitasi?

sesungguhnya tidak adanya berat adalah sesuatu yang mustahil. Allah berfirman,

"Bukankah Dia (Allah) yang telah menjadikan bumi sebagai temapt berdiam ..."
(QS. An-Naml : 61)

Allah menjadikan bumi berputar secara konstan dan menjadikan segala sesuatu tetap berada di atasnya dan tertarik olehnya.

berat-ringannya benda tidak lain hanyalah disebabkan oleh gravitasi, kehidupan tidakada gaya gravitasi yang menyebabkan benda memiliki berat,

sebagaimana orang menyangka bahwa bumi pada akhirnya menarik manusiake arahnya untuk menguburnya, Allah SWT berfirman,

"Bukankah kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul (kifatan), bagi yang masih hidup dan yang sudah mati ?"
(QS. Al-Mursalat :25 - 26)

sesungguhnya manusia hidup terkait degnan bumi dan tertarik ke arahnya,
inilah pertimbangannya apakah artinya seseorang yang memiliki berat 80 kg?
artinya daya ketertarikannya kepada bumi seimbang degnan angka ini, Allah berfirman,

"Bukankah kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul (kifatan), bagi yang masih hidup dan yang sudah mati ?"
(QS. Al-Mursalat :25 - 26)

Getaran-getaran/Gerakan Tanah

sheikh az-zandani mengatakan bahwa dalam sebuah konfrensi internasional di islamabad, salah seoarang ahli botani mengatakan bahwa ada ayat Al-Qur'an yang membawa hakikat-hakikat yang baru kita ketahui sekarang.

dia mengatakan bahwa pada tahun 1827, seorang ahli botani dari skotlandia bernama Robert Brown (21 Deseber 1773 - 10 Juni 1858) menemukan bahwa jika turun ketanah, air hujan menimbulkan getaran-getaran maksudnya butiran-butiran kecil tanah bergetas, ukuran terbesar dari butiran-butiran ini adalah 0,002 mm

butiran-butiran ini membentuk lapisan-lapisan dari bermacam-macam logam, lapisan-lapisan ini tersusun rapi.

jika air ujan menyusup di sela-selanya, bermacam-macam arus listrik terbentuk diantara butiran-butiran ini disebabkan oleh logam-logam tersebut.

disini terjadilah ionisasi (pengubahan ion atau molekul menjadi ion dengan menghilangkan atau menambahkan elektron), ion adalah partikel (atom atau molekul) yang bermuatan listrk, yang dihasilkan atau terbentuk dengan penghilangan atau penambahan elektron.

jika jumlah listrik dalam atom berkurang, ia menjadi ion positif, sedangkan jika bertambah ia menjadi ion negatif (pelajaran kimia waktu SMA)

ionisasi ini membuat butiran-butiran tersebut bergetar, maksudnya air dari berbagai arah di antara butiran-butiran ini menimbulkan getaran-getaran padanya, getaran ini mempunyai faedah besar karena lapisan tersebut saling bertumpuk secara rapi.

getaran ini mempunyai faedah besar karena lapisan-lapisan tersebut saling bertumpuk secara rapi, getaran menimbulkan celah bagi air untuk masuk diantara lapisan-lapisan ini.

jika air itu masuk diantara lapisan-lapisan, butiran-butiran ini tumbuh dan berkembang (rabat).

rabat berasal dari akar kata ar-riba' wa ar-rabw yang berartibertambah meski demikian ada pertambahan/kelebihan (riba) halal dan ada kelebihan haram.

riba (bertambah) yang terdapat dalam tanah ini adalah halal, butiran-butiran tersebut bertambah atau berkembang karena masuknya air diantara lapisan-lapisan ini,

jika dipenuhi air lapisan-lapisan ini menjadi penyimpanan air seolah-olah di dalam tanah itu ada kantong-kantong penyimpanan air yang terbuat dari logam, tumbuhan mengambil air selama dua atau tiga bulan.

dari mana tumbuhan mengambil air tentulah dari penyimpanan ini jika tidak ada penyimpanan ini, air akan terus kebawah di dalam tanah dan matilah tumbuhan-tumbuhan dalam waktu seminggu, penyimpanan-penyimpanan tersebut memberikan air

jika air hujan turun bergetarlah tanah.

siapakah yang menemukan ini?

yang menemukannya adalah seorang ahli botani yang bernama Robert Brown pada tahun 1827 getaran-getaran ini dinamakan "Getaran/Gerakan Brown (Brownian Motion)".

sebenarnya getaran semacam ini sudah ada sebelum Brown dilahirkan, para penulis sejarah ilmu hendaklah tidak mengatakan bahwa yang pertama menyebutkan hal ini adalah Brown,

jika mereka ingin adil, hendaklah mengatakan bahwa yang pertaa menyebutkannya adalah Al-Qur'an, Allah SWT berfirman,

"... Dan kamu lihat, bumi ini kering kemudian apabila telah kami turunkan air (hujan) diatasnya, bergetarlah (hiduplah) bumi itu dan menjadi subur dan menumbuhkan berbagai jenis pasangan tetumbuhan yang indah"
(QS. Al-Hajj : 5)

siapakah yang memberitahu Nabi Muhammad SAW tentang informasi yang detail ini?
siapa yang memberitahu beliau rahasia-rahasia laut, apa yang ada di dalam tanah, lapisan-lapisan ruang angkasa, rahasia-rahasia langit dan rahasia-rahasia permulaan penciptaan?

siapakah yang memberi tahu semua itu kepada beliau?
bukankah Al-Qur'an ini adalah mukjiat yang paling besar?

jika melihat tongkat Nabi Musa berubah menjadi ular yang berjalan, Anda anya melihat satu ayat (tanda kebesaran Allah) dan itu pun hanya terjadi di masa Nabi Musa hidup. Adapun Al-Qur'an, semuanya adalah tanda kebesarannya
setiap ayatdisana menunjukkan sumber dan ilmu tuhan. Allah berfirman,

"katakanlah (muhammad), siapakah yang lebih kuat kesaksiannya? katakanlah,'Allah, dia menjadi saksi antara aku dan kamu, Al-Qur'an ini diwahyukan kepada ku agar degnan itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai (Al-Qur'an kepadanya ...)"
(QS. Al-An'am : 19)

Kesimpulan

ketika bercampur dengan air, butiran-butiran tanah akan bergetar dan bergerak tanpa batas ke arah tertentu.
inilah makna tanah bergetar (ihtazzat).
proses pengendapan air di antara lapisan-lapisan ini menambahkan kekokohan dan ukuran butiran

inilah makna bertambah (rabat) setelah itu, tumbuhlah tumbuhan diatas permukaan tanah yang dari waktu ke waktu terus membesar dan akhirnya memberikan rezeki kepada manusia

semua tanda kebesaran Allah ini sesuai dengan pengaturan yang tersusun rapi dan dalam waktu yang tepat, semua ini terjadi karena merupakan ciptaan Allah SWT yang telah menciptakan segala sesuatu dengan tepat dan kokoh, Allah SWT berfirman,

"maka perhatikanlah bekas-bekas rahmat Allah, bagaimana Allah menghidupkan bumi setelah mati (kering). Sungguh, itu berarti Dia pasti (berkuasa) menghidupkan yang telah mati. Dan dia maha kuasa atas segala sesuatu".
(QS. Ar-Rum : 50)



Source Ensiklopedia Al-Qur'an & Sunah

Selasa, 14 Oktober 2014

Syariah dan Khilafah Kewajiban Kaum Muslimin

Selasa, Oktober 14, 2014 Posted by ./rex No comments
Agama Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW, yang mengatur hubungan manusia dengan Al-Khaliq yang meliputi akidah dan ibadah, mengatur hubungan manusia manusia dengan dirinya sendiri yang meliputi akhlaq, makanan dan pakaian, serta mengatur hubungan antar sesama manusia yang meliputi mu'amalat dan uqubat (sistemsanksi). Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Allah SWT berfirman :

"(Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri." (QS. An-Nahl : 89)

Islam wajib diterapkan secara sempurna sebagaimana firan Allah SWT :

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqoroh : 208)

dan haram hukumnya mengambil aturan lain selain Islam, Allah berfirman :

Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Ali Imron : 85)

Islam, sebagai sebuah agama yang sempurna diterapkan dengan tiga pilar yaitu; pertama, ketaqwaan individu, kedua, kontrol masyarakat yaitudengan amar ma' ruf nahi mungkar, dan ketiga, negara menerapkan Syariat Islam secara Total.

Negara memiliki peran yang penting pada pelaksanaan syariat.

Negaralah yang menjalankan hukum-hukum Islam dalam bidang pemerintahan, ekonomi, peradilan, pergaulan, pendidikan, pertahanan, dan keamanan.

Negara mewajibkan ummat Islam untuk menjalankan kewajiban syariat dan melarang melakukan keharaman dan juga menerapkan sangsi atas pelanggaran syariat.

Negara menjalankan uqubat seperti hukum potong tangan pada pencuri, hukum jilid bagi pezina, hukum qishos pada pembunuh dan penganiaya yang melukai tubuh orang lain, termasuk menerapkan hukum ta'zir bagi yang meninggalkan sholat, puasa, zakat dan segala hal yang diwajibkan Allah SWT, selain kasus-kasus hudud dan jinayat.

Negara menjalankan ekonomi Islam seperti menjamin kebutuhan pokok seluruh warga, melarang penimbunan barang (ihtikar), melarang penimbunan uang (kanzulmaal), melarang riba, menerapkan sistem uang dinar (emas) dan dirham (perak) serta menjaga agar semua hukum ekonomi tersebut berjalan dengan sangsi hukum yang tegas bagi yang melangar ketentuan-ketentuan ekonomi Islam.

Demikian juga dengan hukum-hukum islam lainnya, hanya dapat diterapkan secara sempurna, bila ada kekuasaan Islam yaitu Khilafah Islamiyah.

Menegakkan Khilafah Islamiyah hukumnya wajib

Dalilnya adalah Al-Qur'an, As-Sunnah dan Ijma sahabat. Dalil Al-Qur'an, Allah menegaskan didalam Al-Qur'an bahwasanya kaum muslimin wajib taat kepada pemimpin yang menjalankan syariat

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa : 59)

Dan kewajiban untuk menjalankan Syariat Islam secara Total

"Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu," (QS. Al-Maidah : 48)

"dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik." (QS. Al-Maidah : 49)

Konsekuensi dari kewajiban ini adalah kewajiban kaum muslimin mewujudkan pemerintahan Islam yaitu khilafah islamiyah, sebab ketaatan pada pemimpin dan penerapan syariat secata total hanya terwujud bila ada pemimpin yang menjalankan Syariat Islam.

Dalil As-Sunnah, Nabi Muhammad SAW bersabda :

"Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan, ia akan menjumpai Allah pada hari kiamat kelak tanpa memiliki hujah, dan siapa saja yang mati sedang di pundaknya tidak terdapat bai'at (kepada kholifah), maka ia mati seperti kematian jahiliyah" (HR. Muslim)

Hadist tersebut mewajibkan adanya baiat diatas pundak setiap muslim, yakni adanya khalifah yang dengan keberadaannya itu terealisasi adanya baiat di atas pundak setiap muslim.

Sedangkan dalil berupa ijma sahabat, maka para sahabat - ridhwanallah 'alayhim - telah bersepakat atas keharusan pengangkatan khalifah (pengganti) bagi rasulullah saw setelah beliau wafat.

Mereka telah bersepakat untuk mengangkat abu bakar sebagai khalifah, lalu umar bin khaththab sepeninggal abu bakar, dan sepeninggal umar, utsman bin affan.

Telah nampak jelas penegasan ijma' sahabat terhadap wajibnya pengangkatan khalifah dari penundaan pengebumian jenazah rasulullah saw, lalu mereka lebih menyibukkan diri untuk mengangkat khalifah (pengganti) beliau.

Pata ulama sepakat bahwa mengangkat seorang khalifah hukumnya wajib

Hal ini dinyatakan oleh Imam Zakaria An Nawawiy Asy Syafi'iy, Syarah Shahih Muslim, juz 6, hal. 291 :
"...mereka bersepakat bahwa atas kaum muslimin mengangkat kholifah, dan kewajiban tersebut ditetapkan secara syar'iy bukan ditetapkan berdasarkan akal...".

Imam 'Alauddin al-kasaniy al-hanafiy, bada'iush shanai'fii tartibisy syarai', juz 14 hal. 406 :
"..dan sesungguhnya mengangkat imam 'adhom (khalifah) adalah fardhu tanpa perbedaan di kalangan ahlil haq...".

Al-Imam muhammad bin ahmad bin abu bakar bin farah al-qurthubi al-malikiy, al jaami' li ahkamil qur'an, juz 1 hal 264 - 265 :
"...ayat ini menjadi dasar kewajiban mengangkat imam dan khalifa, yang ia didengar dan ditaati...".

Hal yang sama juga dinyatakan oleh imam umar bin ali bin adil al hanbaliy, tafsir ullubab fii 'ulumil kitab, juz 1 hal 204.

Saat ini, ummat Islam dalam kondisi terpuruk. Terpecah belah dalam negara-negara kecil degnan kepentingan nasional masing-masing. Kondisi ini menyebabkan ummat Islam menjadi lemah sehingga mudah dijajah oleh negara-negara besar. Ummat Islam di palestina, Irak, Afganistan, Kashmir, dan lain-lain menjadi saksi kebrutalan penjajah terhadap mereka.

Selain itu, ummat Islam juga terpuruk di segala aspek kehidupan baik ekonomi, pergaulan, pemerintahan, keamanan, hukum,  pendidikan dan lain-lain.

Hal ini terjadi karena satu sebab yaitu tidak diterapkannya syariat Islam secara menyeluruh dalam sebuah wadah kekuasaan Islam atau khilafah islamiyah. Oleh karena itu, kaum muslimin wajib secara bersama-sama berjuang untuk mengembalikan kehidupan islam dengan mendirikan khilafah islamiyah.

Khilafah Islamiyah yang akan menyatukan ummat Islam diseluruh penjuru dunia, menerapkan syariat Islam secara menyeluruh dan mengemban dakwah keseluruh penjuru dunia.

Tentang Hizbut Tahrir
Jamaah Dakwah untuk melanjutkan kehidupan Islam

Hizbut Tahrir adalah jamaah dakwah yang didirikan dalam rangka memenuhi seruan Allah swt :

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS. Ali Imran : 104)

Hizbut Tahrir bermaksud membangkitkan kembali umat islam dari kemerosotan yagn amat parah, membebaskan umat dari ide-ide, sistem perundang-undangan dan hukum-hukum kufur, serta membebaskan mereka dari cengkeraman dominasi dan pengaruh negara-negara kafir.

Hizbut Tahrir bermaksud juga membangun kembali Daulah Khilafah Islamiyah di muka bumi, sehingga hukum yang diturunkan Allah SWT dapat diberlakukan kembali.

Hizbut Tahrir menetapkan metode perjalanan dakwahnya dalam tiga tahap berikut :

Pertama tahapan pembinaan dan pengkaderan (Marhalah At Tatsqif), yang dilaksanakan untuk membentuk kader-kader yang mempercayai pemikiran dan metode Hizbut Tahrir, dalam rangka pembentukan kerangka tubuh partai.

Kedua, tahapan berinteraksi dengan umat (Marhalah Tafa'ul Ma'a Al Ummah), yang dlaksanakan agar ummat turut memikul kewajiban dawah Islam, hingga ummat menjadikan Islam sebagai permasalahan utamanya, agar umat berjuang untuk mewujudkannya dalam realitas kehidupan.

Ketiga, tahapan penerimaan (Marhalah Istilaam Al Hukm), yang dilaksanakan untuk menerapkan Islam secara menyeluruh dan mengemban risalah Islam keseluruh dunia.

"Demi Dzat yang jiwaku ada di dalam genggaman tanganNya, sungguh kalian melakukan amar ma'ruf nahi' anil mungkar, atau Allah pasti akan menimpakan siksa; kemudian kalian bedoa memohon kepada Allah, dan doa itu tidak dikabulkan untuk kalian". (HR. Turmudziy)



Source Buletin Dakwah HTI DPD II Bekasi Raya
Back to Top